Archive October 4, 2018

Marketing Internasional

Gelar bisnis internasional dirancang buat memberikan keahlian mendalam di dalam disiplin bisnis tertentu ditambah dengan perspektif bisnis global yang lebih luas. Mereka juga memberikan perspektif international interdisipliner, termasuk kemahiran kode, kesadaran budaya, dan pengalaman belajar di luar negri. Siswa memilih dari tujuh jurusan bisnis internasional, termasuk akuntansi, ekonomi, kewirausahaan, keuangan, manajemen, pemasaran, atau sistem informasi manajemen. Banyak lulusan juga melanjutkan pendidikan mereka melalui program MBA LACE, yang menawarkan konsentrasi pada bisnis internasional.

Perkara ini dikarenakan mereka sudah tahu kualitas brand tersebut, menjadi tidak perlu mengira-ngira maka akan seperti apakah kualitas layanan yang diberikan. Ini jua didukung dengan adanya marketing dalam cakupan domestik serta luar negeri yang adalah salah satu tahap memasuki bisnis internasional. Daya tumbas masyarakat internasional juga condong lebih besar dibandingkan oleh masyarakat lokal sehingga menciptakan potensi meraup profit yang lebih tinggi dibandingkan sebatas bermain di pasar lokal saja. Bisnis internasional seperti sebuah disiplin adalah relatif baru, tetapi bisnis internasional sebagai praktik bisnis ialah sebuah peristiwa yang sudah berlangsung lama. Bahkan, sebelum Masehi, pedagang-pedagang Venesia serta Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual barang-barang mereka. Tahun 1600, British East India Company—sebuah perusahaan dagang yang anyar dibentuk—mendirikan cabang-cabang luar negri di Asia.

Hal ini wajar karena tidak impor maka barang hasil industri dari negeri asing itu akan menyaingi dan mematikan cabang industri didalam negeri sendiri. Siswa memenuhi persyaratan gelar marketing internasional di luar negri melalui partisipasi dalam system yang disponsori oleh Kantor Program Internasional, yang dipimpin oleh Marca Bear, connect professor bisnis dan internal internasional. Tahap terdahulu meraih berkembang terus dan terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan negoisasi tersebut makn lama jadi semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis ditandai dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan internasional tersebut. Tahap aktif dalam perusahaan negeri sendiri memulai aktif melaksanakan manajemen atas transaksi. Tidak seperti tahap awal dimana pengusaha bertindak pasif. yang disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.

Program di sini. dirancang untuk mengajarkan siswa aspek strategis, operasional, ekonomi dan perilaku mengelola marketing di berbagai negara. Keterbukaan ekonomi dan pasar international yang kini berlangsung di hampir semua negara di dunia telah mendorong kegiatan bisnis/ekonomi melintasi batas-batas negara.

Para pelaku bisnis antarnegara menjalin kerja sama bisnis atau melakukan transaksi marketing internasional. Kerja sama marketing atau transaksi bisnis internasional ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat dan keuntungan untuk para pihak yang terlibat. Dewasa ini kerja persis bisnis atau transaksi marketing internasional semakin meningkat pesat karena tidak mungkin suatu negara mampu memenuhi kepentingan dalam negerinya sendiri dengan tidak menjalin kerja sama marketing atau transaksi bisnis melalui negara lain. Tahap yg terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Pada tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala langkah pertamanya, lalu melakukan proses produksi di negeri itu, dan menjual hasil produksinya pada negeri penerima tersebut. Motif ini memiliki unsur positif bagi negara yang tengah berkembang karena negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak tuk mendirikan pabrik tersebut pada dasarnya negara berkembang masih daif dana untuk pembangunan bangsanya.